wilujeng sumping


web widgets

Jumat, 07 November 2014

My Dreams in 2030


Assalamu’alaikum ! J

Hi guys !
Orang bilang “semua berawal dari mimpi” . oleh karena itu saya akan menuliskan mimpi saya di yelow blog’s ini.
Saya akan buktikan pada semua orang bahwa saya itu tidak seperti orang indonesia yang mereka fikirkan bahwa orang indonesia itu untuk bermimpi saja takut.
Baiklah, kini saatnya jemari saya menari diatas keyboard.
What do you think of 2030 ?
Sebenarnya sih saya juga tidak yakin dengan keidupan saya di tahun 2030 nanti, mungkin saja saya telah tiada meninggalkan tulisan-tulisan singkat di Blog saya ini, atau mungkin saja saya masih menjalani hidup saya di tahun 2030 nanti. Namun, kita lihat saja nanti, masalah saya nanti masih ada di dunia atau tidak, itu saya serahkan saja pada sang khaliq. Tapi, walaupun saya tak tahu nasib saya nanti, setidaknya saya mempunyai mimpi.
Oke, kita mulai saja bermimpi ...
 Setelah jadi menantu Ajengan, Di tahun 2030 nanti saya insyaallah sudah menjadi PNS dan mennyandang gelar S2, dan menjadi Dosen bahasa sunda, dan bisa berangkatkan haji orangtua saya. Tahun 2030 pada usia saya yang sudah mengnjak 32 tahun nanti,  insyaallah saya sudah mempunyai keluarga kecil yang saya bangun berdua bersama suami saya nanti. Setelah 9 tahun saya menikah, saya berharap mempunyai suami yang soleh yang sayang lahir batin terhadap saya dan mempunyai anak-anak yang soleh dan solehah, berapapun jumlah anak saya, saya tidak peduli . yang penting hidup saya dan keluarga saya bahagia dan  serba berkecukupan.
Insyaallah saya di tahun 2030 itu akan menjadi isrtri yang solehah yang ta’at kepada suami tercinta. J namun juga tetap takkan melupakan kedua orangtua saya dan mertua saya. Ketika hari raya tiba saya bersama keluarga akan berkunjung ke rumah orangtua dan mertua saya.  Di tahun itu adalah tahun yang paling bahagia dalam hidup saya.
Pada moment kumpul kumpul inilah saya dan keluarga besar berfoto-foto dan mengenang foto-foto maa lalu. Saya akan menjadi seorang ibu sekaligus wanita karier yang baik yang dapat membagi waktu dengan baik antara pekerjaan dan keluarga. Sesibuk apapun saya nanti, saya akan tetap mengutamakan kebahagiaan keluarga saya terutama anak saya.
Saya tak akan membiarkan anak saya terlantar kurang kasih sayang dan kurang komunikasi dengan saya dan suami. Apalah artinya sebuah kekayaan kalau anak saja tak mampu mengenal siapa saya.  Di tahun 2030, saya tak akan menginginkan apapun lagi, karena saya telah memiliki segalanya (anak dan suami yang soleh). saya akan cukup bahagia dengan mempunyai mereka. Dan saya akan menjalani hidup dengan tentram dan nyaman.


Mungkin hanya itu harapan saya di tahun 2030, mudah-mudahan Allah mendengar mimpi dan do’a saya. Saya yakin semua itu akan terjadi, karena didunia ini tak ada yang tak mungkin. Hanya butuh keyakinan dalam hati dan tekad yang kuat untuk membuat mimpi itu nyata.  J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar